Apa fungsi UTM pada short link?
UTM adalah parameter pada URL tujuan untuk membantu layanan analitik mengenali asal kunjungan. Short link mengarah ke URL lengkap tersebut. Alamat yang dibagikan tetap ringkas, sedangkan informasi campaign ikut diteruskan saat pengalihan mempertahankan parameternya.
Pemendek URL tidak otomatis memasang analitik di website tujuan. Halaman tersebut tetap memerlukan konfigurasi analitik yang berjalan dan pengaturan persetujuan pengunjung yang sesuai. Catatan klik di layanan tautan dan sesi di website mengukur peristiwa yang berbeda.
Contoh: promosi menu melalui newsletter
Restoran ingin membagikan menu musim panas lewat email. Domain dan nilai berikut merupakan contoh perencanaan, bukan campaign pelanggan yang sedang berjalan:
https://restoran.example/menu?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=menu_musim_panas&utm_content=tombol_utama
Alamat publiknya dapat berupa https://go.restoran.example/menu-baru. Saat membuat tautan di Gods.ly, gunakan URL menu beserta parameter sebagai tujuan. Jika parameter disusun oleh alat lain, periksa hasil akhirnya sebelum dipendekkan.
| Parameter | Contoh | Kegunaan |
|---|---|---|
| utm_source | newsletter | Sumber kunjungan |
| utm_medium | Kanal distribusi | |
| utm_campaign | menu_musim_panas | Nama campaign |
| utm_content | tombol_utama | Posisi atau variasi tautan |
Tentukan aturan nama sebelum dibagikan
Gunakan kosakata yang disepakati: huruf kecil, garis bawah untuk pemisah, dan satu nama untuk satu campaign. Perbedaan penulisan atau kapitalisasi dapat memecah hasil laporan. Simpan daftar nama yang digunakan agar anggota tim berikutnya tidak membuat variasi baru tanpa alasan.
Pertahankan nama campaign saat berpindah kanal; bedakan source dan medium untuk menunjukkan asalnya. Buat tautan berbeda jika posisi penempatan memang perlu dibandingkan. Jangan menaruh nama pelanggan, email, token rahasia atau informasi pribadi dalam parameter publik.
Uji perjalanan sampai halaman tujuan
- Buka URL tujuan lengkap dan periksa kontennya.
- Buat short link, lalu buka alamat publik melalui browser.
- Pastikan parameter UTM tidak hilang atau muncul ganda. Parameter lain yang sudah ada juga harus tetap berfungsi.
- Periksa laporan analitik memakai prosedur pengujian tim. Redirect yang berhasil belum membuktikan sesi atau transaksi telah tercatat.
- Catat pemilik tautan, masa campaign dan alasan penggunaan setiap variasi.
Mengapa jumlah klik tidak sama dengan sesi?
Preview tautan, pemeriksa keamanan, kunjungan berulang, pilihan persetujuan dan pembatasan browser dapat memengaruhi pencatatan. Jangan menyebut setiap redirect sebagai orang unik atau penjualan. Cocokkan definisi metrik sebelum menyusun laporan.
Apakah navigasi internal website perlu UTM?
Gunakan pencatatan event internal yang disediakan sistem analitik untuk navigasi di dalam website. Parameter campaign lebih tepat dipakai untuk memahami kunjungan dari kanal luar.
Panduan terkait
Baca cara membuat dan menguji short link serta perbedaan QR statis dan dinamis. Lihat direktori fitur Gods.ly untuk kebutuhan campaign Anda.
Referensi: dokumentasi parameter campaign Google Analytics.